Emosi dalam Tinjauan Hadis
Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan merasakan berbagai macam perasaan (emosi) yang terkadang diliputi perasaan cinta, benci, takut, aman, senang, sedih, malu, sombong, marah, cemburu, iri, dan emosi-emosi lainnya.
CINTA
Cinta adalah faktor utama dalam membentuk keluarga dan mengikat individu-individu anggotanya agar saling membantu. Oleh karena itu, cinta merupakan emosi yang penting dan berperan dalam membentuk kepribadian seorang anak. Cinta dan kelemah lembutan orang tua yang dirasakan seorang anak akan menumbuhkan perasaan aman dan tenteram dalam jiwanya, sehingga pribadinya bisa berkembang baik dan sehat. Terutama cinta kepada Allah dan Rosulullah SAW berperan sangat penting dalam kehidupan seorang mukmin.
Cinta Kepada Allah
Cinta kepada Allah merupakan cinta yang paling luhur dan mampu mendatangkan kebahagiaan puncak dan kedamaian spiritual, sehingga dapat menjadi pijakan senua tindakan seorang mukmin.
Nikmat Allah yang tidak terbatas telah dilimpahkan kepada manusia. Karena itu, sudah selayaknya manusia menjadikan cinta kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada yang lain. Rasulullah menganjurkan manusia untuk mencintai Allah atas nikmat-nikmatnya yang berlimpah. Walaupun Rasulullah SAW adalah orang yang paling dekat dengan-NYA, tetapi beliau selalu mohon pada Allah untuk diberi anugerah berupa cinta kepada-NYA, karena dalam cinta beliau mendapatkan kepuasan rohani paling tinggi yang tidak ada bandingannya.
Cinta kepada Allah merupakan sumber utanma semua rasa cinta. Cinta manusia kepada Allah akan menjadi kekuatan yang mengarahkan perilaku kebaikan yang diridhoi dan dicintai Allah, serta menjauhkan dari yang dibenci dan dilarang Allah.
Cinta Kepada Rosululla SAW
Cinta kepada Rosulullah SAW menempati derajat tertinggi setelah cinta kepada Allah yang secara bersama-sama membentuk puncak cinta insani dan merupakan derajat rohani paling suci nan luhur. Dengan mencintai Allah dan Rosul-Nya, seorang mukmin akan mendapat kenikmatan dan kebahagiaan yang tak tertandingi di dunia ini.
Jika seorang mukmin mencintai Allah dan Rasulullah SAW, ia akan mendapatkan manisnya iman serta hatitnya diliputi kebahagiaan dan ketenteraman. Seorang pecinta akan menaati orang yang dicintainya, tunduk dan berserah diri. Oleh sebab itu, cinta kepada Allah dan Rosulullah merupakan salah satu faktor penting dalam mendidik jiwa kaum muslim, menguatkan kepasrahan terhadap Islam, dan meneguhkan mereka dalam melaksanakan ajaran-ajarannya.
Allah telah berjanji, bagi orang-orang yang mengikuti Rosulullah SAW dan menaati perintahnya bahwa Dia akan mencintai dan mengampuni dosa mereka. Roaulullah juga menjanjikan surge bagi orang yang mencintainya.
Cinta Kepada Manusia
Manusia adalah makhluk sosial.Cinta seseorang dan sikap mengulurkan bantuan kepada orang lain merupakan salah satu faktor penting yang menjadikannya merasa lebur dengan masyarakat dan menjadi bagian yang berguna. Hubungan cinta dan kasih sayang sesama manusia akan menguatkan mereka untuk bersatu dalam satu kelompok dan melepaskannya dari kegelisahan yang timbul karena perasaan terisolasi.
Mukmin sejati adalah orang yang mencintai dan dicintai orang lain. Cinta seorang mukmin kepada manusi harus ikhlas dan tulus karena Allah, bukan karena kepentingan sesaat, tujuan pribadi, atau karena mencari harta, kedudukan, dan kekuasaan.
Sikap saling mencintai dan menyayangi sesame akan memperkuat hubungan social dan memperkokoh persatuan diantara mereka. Seorang mukmin tidak cukup mencintai orang lain, namun ia harus mampu menjadi orang yang dicintai orang lain.
Cinta Kepada Semua Makhluk Allah
Islam adalah agama cinta yang mengajarkan cinta dan kebaikan kepada semua manusia dan seluruh makhluk Allah. Ajakan Rosulullah untuk mencintai dan berbuat kebajikan tidak terbatas hanya kepada manusia, bahkan terhadap seluruh alam makhluk Allah.
Cinta Kepada Anak-Anak
Rosulullah SAW mengajak kaum muslim untuk mencintai anak-anak, mendidik, dan memperhatikan mereka dengan baik. Beliau menasehati kaum muslim agar merawat anak-anak mereka dengan baik, terutama anak perempuan hingga beliau menjanjikan ampunan dan surga bagi orang yang memelihara anak perempuan mereka dengan baik. Rosulullah menaruh perhatian yang sangat besra terhadap proses pertumbuhan anak dan menyuruh orang tua memberikan pendidikan dan pengawasan agar jadi anak yang soleh dan solehah.
Cinta Kepada Lawan Jenis
Allah SWT telah memberikan motif seksual dalam diri manusia. Motif inilah yang menyebabkan laki-laki dan wanita memiliki ketertarikan satu sama lain dalam cinta serta menjadi sarana untuk menjaga kelestarian spesiesnya.
Islam tidak mengimgkari adanya cinta manusia terhadap lawan jenis, karena merupakan fitrah dan karakter manusia. Hanya saja Islam menyerukan agar pemenuhannya berdasarkan syari`at Islam, yaitu melalui pernikahan. Bagi pemuda yang belum sanggup untuk menikah, ia harus memakai obat pengganti dengan berpuasa karena berpuasa dapat melemahkan motif seksual dan mengalihkan pikiran pada hal-hal yang lebih bermanfaat.
Sudah semestinya seorang suami mencintai istrinya, memiliki kecenderungan padanya dan merasa tenteram hidup bersamanya. Rosulullah SAW mencintai sterinya, namun cinta beliau tidak menyibukan beliau dari tanggung jawabnya untuk berjihad dan menyebarkan Islam.
Cinta Kepada Harta Benda
Manusia memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap harta banda, karena dengan harta ia dapat memnuhi semua kebutuhannya, dapat memperoleh jabatan dan pengaruh diantara manusia, dapat meraih kekuatan dan kuasa politik serta ekonomi di dalam masyarakat.
RASA TAKUT
Rasa takut adalah emosi yang bersifat fitri yang dirasakan manusia saat ia berada dalam situasi berbahaya yang mengancam keselamatan. Rasa takut bermanfaat, karena akan mendorong menjauhi situasi yang berbahaya dan menghindari sesuatu yang akan menyakiti dirinya. Rasa takut yang terpenting adalah takut terhadap siksa Allah, karena akan mendorongnya untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban agama, menghindari perbuatan dosa dan maksiat, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Namun, rasa takut yang berlebihan akan azab Allah dapat menimbulkan sikap putus asa dari rahmat Allah.
MARAH
Marah merupakan emosi yang sifatnya fitri dan akan muncul ketika salah satu motif dasar tidak terpenuhi atau terhambat untuk dipenuhi.
Jika marah terjadi karena adanya penghalang dalam mencapai salah satu tujuan yang sangat penting nan luhur yang diperjuangkan dalam mencapai kesempurnaan kepribadian kita, maka kemarahan ini adalah marah yang terpuji bahkan mesti ada dan wajib. Tapi jika marah karena hal yang tidak penting dan mendasar atau karena hal-hal duniawi yang sepele merupakan kemarahan yang tidak terpuji.
Perangi Fisik Pada Saat Marah
Bila seseorang marah, akan terjadi banyak perubahan pada organ tubuhnya terutama pada wajah dan mengencangnya otot. Diantara perubahan bagian dalam tubuh terpenting yang menyertai marah atau saat mengalami emosi lainnya adalah detak jantung yang semakin kencang, lambung mengerut, aliran darah mendesak ke dada sampai akhirnya membuat wajah menjadi merah padam.
Pengaruh Marah Terhadap Pikiran & Perilaku
Ketika marah dan ketika mengalami kondisi emosional lainnya pikiran seseoreang tidak akan berfungsi dengan baik serta seringkali menyesali keputusan yang diambil. Dalam kondisi marah, manusia akan menjadi tunggangan syetan yang mengarahkannya pada banyak kesalahan, baik dalam ucapan maupun tindakan yang kemudian akan disesali saat kemarahannya reda dan kembali dapat berpikir jernih.
RASA BENCI
Rasa benci merupakan lawan dari rasa cinta. Manusia akan membenci sesuatu yang membahayakan dan membuat dirinya susah serta sakit. Cinta dan benci karena Allah termasuk salah satu tanda kesempurnaan iman. Benci karena Allah adlah benci terhadap keburukan dalam bentuk apapun, benci terhadap tindakan menyakiti manusia dan berbuat buruk pada mereka.
RASA DENGKI
Dengki (hasad) ada dua macam, yaitu :
- Merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan kenikmatan yang melebihi nikmat yang didapatkannya. Lalu ia berharap memperoleh nikmat serupa dan berharap nikmat yang diterima orang lain itu musnah. Ini adalah ras dengki yang tercela, haram dan dilarang syari`at.
- Merasa tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat yang lebih dari dirinya,sementara ia menginginkan nikmat serupa. Tapi ia tidak menginginkan nikmat yang diterima orang musnah. Ras ini disebut “ghibthah”.
RASA CEMBURU
Rasa cemburu merupakan letupan emosi yang sangat mengganggu, biasanya timbul jika seseorang merasa ada orang lain yang menyainginya dalam meraih cinta seseorang. Kecemburuan Allah adalah kalau ada seorang mukmin melakukan sesuatu yang diharamkan-NYA.
RASA MALU
Rasa malu merupakan kondisi emosi yang dirasakan seseorang yang muncul karena telah melakukan perbuatan tercela, baik secara agama maupun etika. Tanpa ras malu, seseorang tidak akan lagi peduli pada orang lain dan tidak akan mengindahkan nilai-nilai moral social yang berlaku di masyarakat. Malu dapat berarti kondisi perasaan yang menghiasi seorang yang memiliki etika mulia dan telah mendapatkan pendidikan yang benar.
Mengendalikan Emosi
Karena emosi yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan, sudah selayaknya manusi bersungguh-sungguh untuk mengendalikan emosinya. Al-Qur`an telah mengarahkan manusi agar mengendalikan emosi mereka dan menguasainya, mengarahkan merka agar tidak takut terhadap hal-hal yang seharusnya tidak perlu ditakuti.
Mengendalikan Rasa Marah
Barang siapa berhasil menahan rasa marah dan mengendalikan dirinya saat marah, berarti ia telah mampu menguasai diriny, mengarahkan syahwat dan hawa nafsunya serta tidak tertipu oleh berbagai perhiasan duniawi. Kemampuan mengendalikan marah akan mendorong terbentuknya hubungan yang baik diantara manusia, menyebarkan kedamaian,cinta,dan kasih sayang pada sesama.
Faktor peredam kemarahan adalah sebgai berikut :
- Relaksasi tubuh dan melepaskan ketegangan yakni dapat melakukan duduk dan berbaring dan beristighfar saat marah
- Berwudhu
- Mengubah kondisi jiwa dan mengarahkan perhatian terhadap hal-hal lain yang dapat menjauhkan dari pengaruh rasa marah
- Mengalihkan energy marah pada tindakan tubuh yang bisa menguras energi dan mengendurkan ketegangan ototyang membuatnya merasa stres.
Mengendalikan Rasa Benci
Rasulullah SAW memperingatkan kaum muslim agar jangan sampai menjauhi saudaranya, bermusuh-musuhan, dan saling membenci. Rasulullah mengancam orang yang menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari dengan azab yang sangat keras di akhirat. Tiga hari merupakan waktu yang dianggap cukup untuk menghilangkan ras marah dan benci.
Mengendalikan Rasa Dengki
Rasulullah memperingatkan kaum muslim agar tidak memelihara rasa dengki, karena dengki akan memakan kebaikan (pahala), sebagaimana api memakan kayu bakar.
Mengendalikan Rasa Sombong
Sombong adalah merasa lebih tinggi dari orang lain dan sekaligus menganggap rendah mereka, serta menolak kebenaran. Sombong adalah perasaan yang dibenci dan Al-Qur`an mencelanya, serta sangat dilarang Rasulullah SAW.
Mengendalikan Rasa Angkuh & Bangga Terhadap Diri Sendiri
Al-Qur`an dan Rasulullah SAW mencela sikap sombong, agnkuh, dan berbangga diri. Rasulullah mengajak pada sahabatnya agar mampu mengendalikan kesombongan dan berbangga diri, serta memperingatkan merka dengan azab di akhirat kelak.
Mengendalikan Rasa Sedih
Rasa sedih merupakan salah satu letupan emosi yang dirasakan seseorang saat ia kehilangan sesuatu yang berharga dan penting bagi dirinya. Menangis dan dan bersedih hati adalah hal fitri yang diperbolehkan dan tidak berbahaya. Mengendalikan rasa sedih adalah mencegah agar kesedihan tidak menjadi berlebihan. Misalnya kesedihan yang disertai niyahah (memukul-mukul anggota tubuh dan menyobek pakaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar